para nabi allah. Kisah, 2020. Rhifas Cholter. Download Download PDF. Full PDF Package Download Full PDF Package. This Paper. A short summary of this paper. 28 Full PDFs related to this paper. Kisah 4 nabi yang menerima kitab suci. by Agus Rya. Download Free PDF Download PDF Download Free PDF View PDF. Pendidikan Agama Islam 5.
AllahSWT menyebutkan kriteria dan ciri hamba-hamba-Nya dalam Alquran. REPUBLIKA.CO.ID, — Berbahagialah manusia yang mendapat status ibadurrahman atau menjadi hamba-hamba Allah Yang Mahapengasih. Maka Allah SWT akan memberikan segala kenikmatan, perlindungan, kasih sayang kepada hamba-Nya itu. Pendakwah yang juga Wakil Ketua Lembaga Dakwah
HambaAllah Swt. yang saleh akan mendapat balasan sempurna berupa . a. mahir berbahasa Arab c. kesehatan dan harta melimpah b. kecerdasan otak d. surga di akhirat kelak Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 155 B. Jawablah soal-soal berikut ini!
Orangyang menunaikan hal-hal yang wajib secara sempurna, berarti ia mencintai Allah SWT. Sedangkan orang yang masih menambah dengan amalan-amalan sunah, ia dicintai Allah SWT. Dalam hadis qudsi dikatakan, "Dan tidaklah seorang hamba mendekat kepada-Ku; yang lebih aku cintai daripada apa-apa yang telah Aku fardukan kepadanya.
وَلَهُمْفِيهَا أَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah 25) Sayyid Ja'ar Shodiq menyebutkan bahwa para bidadari itu suci dari Haid atau darah selainnya. Selalu siap melayani.
Yangpasti, kita gampang menjumpai hamba yang saleh ini karena setiap shalat fardhu dilakukan, terutama Subuh, Dia ''gantung hatinya'' di masjid (QS At Taubah [9]: 18). Dia pun ''penjaga wudhu'' yang apik dan setia. Karena itulah dia disayang Allah SWT (QS Al Baqarah [2]: 222). Kedua, hamba ini memiliki satu kesenangan unik: selalu gemar
MP5ce. A. Mari Renungkan Ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah Swt. memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal hidup di akhirat. Tahukah kalian bahwa hidup di dunia merupakan ladang amal untuk kehidupan akhirat. Sungguh amat disayangkan jika kesempatan hidup di dunia ini tidak digunakan sebaik-baiknya. Kelak di akhirat mereka akan menyesal karena tidak menggunakan kesempatan hidup di dunia untuk memperbanyak amal saleh. Allah Swt. tidak membutuhkan amal saleh dari kita, sebaliknya kitalah yang membutuhkannya. Wahai generasi muslim yang cerdas, setiap amal saleh yang kalian lakukan akan mendapat balasan berupa pahala dari Allah Swt. Sekecil apapun amal kalian sungguh Allah Swt. akan membalas dengan seadil-adilnya. Janganlah kalian meremehkan amal saleh yang kelihatannya kecil dan sederhana seperti tersenyum saat bertemu dengan teman di sekolah. Sebab nilai amal terletak pada keikhlasannya bukan banyak atau sedikitnya. Sedangkan yang mengetahui kadar keikhlasan hanya Allah Swt. semata. Tanamkanlah dalam diri kalian semangat untuk beramal saleh. Jadikanlah diri kalian sebagai pribadi yang berakhlak mulia. Berbaik sangkalah kepada Allah Swt. bahwa Allah Swt. akan selalu melindungi hamba-hamba-Nya yang saleh. Sudah siapkah kalian selalu beramal saleh mulai sekarang? Renungkanlah, banyak kekacauan dan pertikaian terjadi akibat buruk sangka. Sungguh buruk sangka adalah perilaku tercela yang harus kita hindari. Berbaik sangka akan menjadikan hidup kita tenang, nyaman, dan harmonis. Bukankah hal ini impian setiap orang?. Oleh karena itu, mari kita membiasakan diri berbaik sangka dalam kehidupan sehari-hari. B. Mutiara Khasanah Islam 1. Mari Memahami Amal Saleh Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan amal saleh? Untuk mengetahui pengertian amal saleh, perhatikan firman Allah Swt. dalam al-Ashr/103 2-3 berikut ini اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ “ Sungguh manusia berada dalam kerugian 2. Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran 3.” al-Ashr/103 2-3 Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal, yaitu 1 beriman kepada Allah Swt. 2 beramal saleh atau amal kebajikan 3 saling menasihati untuk kebenaran 4 saling menasihati untuk kesabaran Kata amal saleh berasal dari kata “amilu”, yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur’an serta as-Sunnah. Antara iman dan amal saleh merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan. Seseorang yang beriman tanpa diikuti amal saleh, maka keimanannya tidak ada artinya. Sebaliknya, amal saleh tanpa didasari iman yang benar maka amalnya tidak ada nilainya di hadapan Allah Swt. Keimanan harus dibuktikan dengan amal saleh dan amal saleh harus dilandasi dengan keimanan yang benar. Kebalikan dari amal saleh adalah amal sayyi’ah, yaitu amal yang mendatangkan mudarat baik bagi pelakunya maupun orang lain. Sungguh rugi seseorang yang berbuat buruk di dunia ini, padahal dunia ini adalah ladang amal untuk kehidupan akhirat. Setiap amal baik atau buruk meskipun sangat kecil tetap akan mendapat balasan yang adil dari Allah Swt. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. dalam surat az-Zalzalah/99 7-8 فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ “ maka siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah biji sawi, niscaya dia akan melihat balasannya 7. Dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah biji sawi, dia akan melihat balasannya.” az Zalzalah/99 7-8 Suatu amal saleh akan sah jika memenuhi syarat sebagai berikut a. Amal saleh dilakukan dengan mengetahui ilmunya. b. Amal saleh itu dikerjakan dengan niat ikhlas karena Allah Swt. c. Amal saleh itu hendaknya dilakukan sesuai dengan petunjuk al-Qur’an dan Hadis. Pernahkah kalian melihat orang atau temanmu beramal, tetapi sedikit sekali? Janganlah kalian meremehkannya atau menghina karena sedikit amalnya. Sebab nilai sebuah amal tidak semata-mata tergantung banyak atau sedikitnya, tetapi juga terletak pada keikhlasannya. Sedangkan nilai keikhlasan amal seseorang hanya Allah Swt. yang mengetahui. Allah Swt. mencintai seorang hamba yang beramal secara terus-menerus meskipun sedikit. Memang yang paling baik adalah beramal banyak serta ikhlas, dan dilakukan terus menerus. Rasulullah pernah bersabda “ Dar Abu Dzar Jundub Bin Junadah berkata Nabi bersabda kepadaku “janganlah sekali-kali kamu mencemooh perbuatan baik seberapa pun kecilnya, walaupun perbuatan baik itu hanya berupa penyambutan terhadap saudaramu dengan muka yang berseri-seri” Muslim Wahai generasi muda Islam, ketahuilah bahwa amal saleh ada tiga macam, yaitu 1 Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya 2 Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa. 3 Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan. Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia. Rasulullah bersabda “dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” Muslimsaudaramu dengan muka yang berseri-seri” Muslim 2. MANFAAT BERAMAL SALEH Seseorang yang beramal saleh akan memperoleh manfaat sebagai berikut 1 Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah Swt. Hal ini sebagaimana firman Allah Swt. dalam al-Maidah/5 9 yang artinya “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, bahwa mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.” 2 Diberi tambahan petunjuk. Hal ini sesuai dengan Maryam/19 76 yang artinya “Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal kebajikan yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.” 3 Diberi kehidupan yang baik dan layak. Hal ini sesuai dengan an-Nahl/16 97 yang artinya “Siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” 4 Dihapuskan dosa-dosanya. Hal ini sesuai dengan al-Ankabut/29 7 yang artinya “Dan orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan Kami hapus kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” 5 Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat. Hal ini sesuai dengan al-Asr/103 1-3 “Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.” Berbaik sangka atau Husnudzon merupakan perilaku terpuji yang harus dimiliki seorang muslim. Lawan dari husnudzon adalah su’udzon atau buruk sangka. Berburuk sangka merupakan perilaku tercela yang akan mendatangkan mudarat, baik bagi pelakunya maupun orang lain. Allah Swt. melarang berburuk sangka, sebagaimana firman-Nya dalam al-Hujurat/49 12 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.” al Hujurat/49 12 Rasulullah juga melarang berburuk sangka, sebagaimana hadis berikut ini “Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda “Jauhilah prasangka buruk karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta.” Bukhari Wahai anak yang saleh, marilah kita membiasakan diri berbaik sangka dalam kehidupan sehari-hari. Apa saja bentuk berbaik sangka itu? Berbaik sangka ada tiga macam, yaitu 1 Berbaik sangka kepada Allah Swt. Orang yang berbaik sangka kepada Allah Swt. akan senantiasa bersyukur atas semua kenikmatan dari-Nya, dan bersabar atas semua cobaan. Mengapa kita harus bersyukur kepada Allah Swt? Allah Swt. telah memberikan karunia dan kenikmatan yang tidak ternilai harganya kepada manusia. Maka, sudah seharusnya manusia bersyukur kepada Allah Swt. Lalu, mengapa kita harus bersabar atas semua cobaan ? Allah Swt. memiliki sifat-sifat sempurna dan tidak mungkin Allah Swt. menghendaki keburukan bagi hamba-hamba-Nya. Setiap cobaan dan ujian dari Allah Swt. tidak bertujuan menyakiti hamba-Nya, tetapi untuk menguji ketaatan, keimanan, dan kesabarannya. 2 Berbaik sangka kepada diri sendiri. Pernahkah kalian mengalami kesulitan hidup? Jika pernah, bagaimana cara kalian menyikapinya? Seseorang yang berbaik sangka kepada diri sendiri akan memiliki sikap percaya diri, optimis, dan bekerja keras. Sebaliknya, seseorang yang berburuk sangka kepada diri sendiri, ia akan merasa pesimis, tidak percaya diri, dan malas berusaha. 3 Berbaik sangka kepada orang lain. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu membutuhkan orang lain. Orang lain di sekitar kita harus diperlakukan secara baik, santun, saling menyayangi, dan menghormati. Berprasangka baik kepada orang lain akan menumbuhkan keharmonisan dalam kehidupan masyarakat. Sikap buruk sangka hanya akan memicu perpecahan dan konflik. Banyak pertikaian dan kerusuhan terjadi karena sikap buruk sangka. Jika ada isu-isu negatif hendaknya diklarifikasi tabayyun terlebih dahulu agar kita tidak terjerumus kepada sikap curiga dan buruk sangka. Oleh karena itu, mari kita tumbuhkan prasangka baik kepada keluarga, teman, tetangga, dan sesama manusia agar hidup kita bahagia dunia sampai akhirat. 4. MANFAAT BAIK SANGKA Seseorang yang membiasakan diri berbaik sangka akan memperoleh manfaat sebagai berikut 1 Hidup menjadi tenang dan optimis Seseorang yang berbaik sangka kepada Allah Swt. akan senantiasa bersyukur apabila mendapatkan kenikmatan dan bersabar apabila mendapatkan ujian serta cobaan. Hal ini akan menjadikan hidupnya tenang dan penuh optimis. 2 Yakin bahwa terdapat hikmah di balik segala penderitaan dan kegagalan. 3 Membentuk pribadi yang tangguh 4 Menjadikan seseorang teguh pendirian sebab tidak mudah menerima pengaruh buruk dari orang lain 5 Menjadikan seseorang kreatif 6 Menyebabkan seseorang tidak mudah putus asa 7 Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik. 8 Terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama. 9 Selalu senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain. E. KISAH TELADAN Kejujuran Seorang Wanita Salihah Saat itu tengah malam di kota Madinah. Kebanyakan warga kota sudah tidur. Umar bin Khatab berjalan menyelusuri jalan-jalan di kota. Dia coba untuk tidak melewatkan satupun dari pengamatannya. Menjelang dini hari, pria ini lelah dan memutuskan untuk beristirahat. Tanpa sengaja, terdengarlah olehnya percakapan antara ibu dan anak perempuannya dari dalam rumah dekat dia beristirahat. “Nak, campurkanlah susu yang engkau perah tadi dengan air,” kata sang ibu. “Jangan ibu. Amirul mukminin sudah membuat peraturan untuk tidak menjual susu yang dicampur air,” jawab sang anak. “Tapi banyak orang melakukannya Nak, campurlah sedikit saja. Yakinlah bahwa Amirul Mukminin tidak mengetahuinya,” kata sang ibu mencoba meyakinkan anaknya. “Ibu, Amirul Mukminin mungkin tidak mengetahuinya. Tapi, Rabb dari Amirul Mukminin pasti melihatnya,” tegas si anak menolak. Mendengar percakapan ini, berurailah air mata pria ini. Karena subuh menjelang, bersegeralah dia ke masjid untuk memimpin salat Subuh. Sesampai di rumah, dipanggilah anaknya untuk menghadap dan berkata, “Wahai Ashim putra Umar bin Khattab. Sesungguhnya tadi malam saya mendengar percakapan istimewa. Pergilah kamu ke rumah si Fulan dan selidikilah keluarganya.” Ashim bin Umar bin Khattab melaksanakan perintah ayahandanya yang tak lain memang Umar bin Khattab, Khalifah kedua yang bergelar Amirul Mukminin. Sekembalinya dari penyelidikan, dia menghadap ayahnya dan mendengar ayahnya berkata, “Pergi dan temuilah mereka. Lamarlah anak gadisnya itu untuk menjadi isterimu. Aku lihat insya allah ia akan memberi berkah kepadamu dan anak keturunanmu. Mudah-mudahan pula ia dapat memberi keturunan yang akan menjadi pemimpin bangsa.” Begitulah, menikahlah Ashim bin Umar bin Khattab dengan anak gadis tersebut. Dari pernikahan ini, Umar bin Khattab dikaruniai cucu perempuan bernama Laila, yang nantinya dikenal dengan Ummi Ashim. Suatu malam setelah itu, Umar bermimpi. Dalam mimpinya dia melihat seorang pemuda dari keturunannya, bernama Umar, dengan kening yang cacat karena luka. Pemuda ini memimpin umat Islam seperti dirinya memimpin umat Islam. Mimpi ini diceritakan hanya kepada keluarganya saja. Saat Umar meninggal, cerita ini tetap terpendam di antara keluarganya. Ummi Ashim menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan. Abdul Aziz adalah Gubernur Mesir di era khalifah Abdul Malik bin Marwan 685 – 705 M. Dari pernikahan Ummi Ashim dengan Abdul Aziz bin Marwan lahirlah Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Sumber DAFTAR PUSTAKA Ahsan Muhamad, Sumiyati, & Mustahdi. 2017. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas VII. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Ciri-ciri hamba Allah yang saleh sangat penting diketahui umat beragama. Karena setiap orang beragama ingin menjadi lebih taat dan saleh. Kita semua rindu diterima Allah dan bisa masuk surga serta menikmati hidup kekal. Untuk menjadi lebih saleh, kita harus mencari teladan yang baik. Siapakah yang harus kita teladani? Satu malaikat? Muhammad? Mereka yang mencintainya? Adakah yang lain? Penting kita tahu siapakah hamba Allah yang paling mulia. Agar tahu siapa yang kita harus ikuti dan teladani. Ciri-Ciri Hamba Allah yang Saleh Seorang hamba Allah yang saleh dan dicintai memiliki ketaqwaan yang kuat kepada Allah. Selalu berusaha memperbaiki diri dalam segala aspek kehidupan. Termasuk dalam menjalankan ibadah dan berinteraksi dengan sesama. Ada banyak situs Islam yang menjelaskan kriteria atau ciri-ciri hamba Allah yang saleh/mulia. Diantaranya adalah orang yang Berlaku lurus Seorang hamba Allah harus memiliki integritas tinggi. Harus jujur dalam semua aspek kehidupan di hadapan Allah maupun dihadapan sesamanya. Membaca Kitab Allah Memiliki rasa ingin mengenal Allah lebih dalam melalui Kitab-Nya. Shalat malam Ingin meningkatkan kualitas rohaninya agar lebih berkenan kepada Allah. Beriman kepada Allah dan hari akhir Salah satu dasar yang kuat bagi seorang hamba Allah saleh mengimani dengan yakin ada Allah dan hari penghakiman-Nya di akhir zaman. Mengajak orang lain untuk menghindari kejahatan Qs 3113-114 Hamba Allah harus hidup dalam kebaikan, dan menjauhkan diri dari dosa dan segala kejahatan. Memaafkan kesalahan seseorang Islam mengajarkan seorang Muslim harus memaafkan kesalahan orang lain yang bersalah Qs 3134. Apakah Anda setuju dengan ciri-ciri hamba Allah demikian? Silakan mengirim jawaban Anda di sini. Dua Kriteria Lain yang Terpenting Penulis merasa ada dua kriteria yang terpenting selain daftar di atas. Pertama, orang yang selalu berserah diri kepada Allah. Karena tugas hamba/budak untuk selalu menaati tuannya. Kedua, orang yang merendahkan diri. Seorang hamba/budak tidak boleh sombong karena mereka dalam posisi yang rendah dan tidak punya otoritas. Ciri-ciri hamba Allah harus memiliki dua sifat tersebut. Berserah kepada Allah dan merendahkan diri berarti menyadari bahwa hidupnya bergantung sepenuhnya hanya kepada Allah. Hamba Allah yang Paling Mulia Siapakah hamba Allah yang paling mulia menurut delapan kriteria di atas? Memang, para malaikat mungkin memenuhi sebagian besar kriteria tersebut, tetapi bagaimana bisa kita meneladani mereka? Bagaimana dengan nabi Islam? Dia shalat malam, beriman kepada Allah dan hari akhir, dan pernah mengajak orang untuk menghindari kejahatan. Namun, apakah nabi Islam selalu memaafkan kesalahan orang? “Rasulullah Siapakah yang akan membunuh Ka’b bin Asyraf yang telah durhaka kepada Allah dan melukai Rasul-Nya?’ Maka Muhammad bin Maslamah . . . berkata, . . . sukakah Anda jika aku yang akan membunuhnya?’ beliau menjawab Ya’” Shahih Bukhari 3731. Nabi Islam juga harus bertobat atas dosanya. “. . . dan mohonlah ampunan bagi dosamu . . .” Qs 4719. Berarti, dia tidak selalu berserah diri kepada Allah atau berlaku lurus, bukan? Mengapa Isa Al-Masih Hamba Allah yang Paling Mulia? Sebenarnya, hanya Isa Al-Masih memenuhi semua kriteria. Ciri-ciri Hamba Allah yang saleh dan mulia ada pada Isa Tidak pernah berdosa Injil, Surat 1 Petrus 222 Menghafalkan kebanyakan Taurat dan Zabur sering mengutipnya Sering berdoa malam Injil, Rasul Lukas 612 Akan menjadi Hakim pada akhirat Injil, Rasul Besar Yohanes 522-23 Menyuruh umat-Nya untuk berbuat baik kepada musuh Injil, Rasul Besar Matius 544 Mengampuni dosa seseorang Injil, Rasul Lukas 520-24 Selalu berserah diri kepada Allah Injil, Rasul Besar Yohanes 1431 Merendahkan diri dengan melayani Injil, Rasul Besar Matius 2028, Yohanes 134-15 Jelas, Isa Al-Masih adalah satu-satunya Pribadi yang layak diikuti. Dan ada berita yang sangat baik bagi setiap umat-Nya! Isa sudah menjadi hamba Allah yang sempurna agar setiap kita tidak harus menjadi hamba Allah lagi! Kita bisa menjadi anak Allah dan hidup dengan Dia di surga! Hubungi kami jika Anda ingin tahu bagaimana menjadi anak Allah. [Staf Isa dan Islam – Untuk masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Isa dan Islam.] Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut Adakah kriteria lain ciri-ciri dapat menjadi hamba Allah yang lebih saleh dan mulia? Itu apa? Menurut Saudara, siapakah hamba Allah yang paling mulia? Mengapa? Apakah orang beragama harus menjadi hamba Allah untuk masuk surga? Jelaskan! Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Artikel Terkait Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Ciri-Ciri Hamba Allah Saleh yang Patut Diteladani” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut Apakah Isa Al-Masih Hanya Seorang Nabi? Budak Allah Islam atau Anak Allah Kristen Mengapa Isa Disebut “Anak Allah”? Lebih Baik Hidup Sebagai “Anak Allah” Atau “Hamba Allah”? Ceritera Inspiratif Yatim Bagi Mukmin dan Nasrani Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.” Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke 0812-8100-0718
hamba allah swt yang saleh akan mendapat balasan sempurna berupa